Gunungan Apem dan Usek Menghiasi Kirab Budaya Mlipir Kali Comal.

_mg_5430Warga Kecamatan Ampelgading yang tergabung dalam Paguyuban Wong Kali Comal pada hari Sabtu (4/12) mengadakan acara Kirab Budaya Mlipir Kali Comal. Para peserta yang berjumlah  sekitar 1000- an peserta tersebut berjalan kaki dari Pendopo Kecamatan Ampelgading menuju Panti Sosial Samekto Karti di Desa Ujunggede.

Dalam acara tersebut, berbagai macam atraksi kesenian dari berbagai komunitas di Kecamatan Ampelgading ikut ditampilkan, mulai dari drumband, egrang, replika buaya putih, hingga musik dan tari tradisional. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ditutup dengan Tari Kolaborasi Silakupang yang terdiri dari Tari Sintren, Lais, Jaran Kepang, dan Kuntulan dari Sanggar Tari Srimpi Desa Ujunggede. Di samping atraksi kesenian, Kirab Budaya Mlipir Kali Comal juga mengarak gunungan yang berisi jajanan khas yang cukup populer di kalangan masyarakat di sekitar Kali Comal, yaitu apem, jenang, dan krupuk usek.

Masyarakat Kecamatan Ampelagding tampak antusias, berjejer di sepanjang jalan yang dilewati, untuk menyaksikan dan mendokumentasikan jalanya kirab budaya. Siswoharyanto, warga Desa Jatirejo yang ikut menyaksikan acara tersebut berharap acara kirab budaya seperti yang menampilkan macam-macam kesenian tradisional yang hidup di kalangan masyarakat di sekitar Kali Comal perlu terus diadakan. “Saya baru pertama kali dapat menyaksikan acara seperti ini. Harapannya di tahun-tahun yang akan datang acara ini dapat terus diadakan dan lebih menarik lagi”, ujarnya.

Menurut Nurrohim, Ketua Panitia, Kirab Budaya Mlipir Kali Comal merupakan bagian dari acara Festival Kali Comal yang diselenggarakan oleh Paguyuban Wong Kali Comal dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang. “Melalui acara ini kita bermaksud mengangkat kembali berbagai kesenian dan jajanan tradisional yang ada  dan hidup di kalangan warga sekitar kali Comal, sehingga, masyarakat khususnya generasi muda tahu dan bangga bahwa apem dan krupuk usek merupakan jajanan khas masyarakat pinggiran Kali Comal” tuturnya. #Dian Andryanto

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *